Dokumentasi Benchmarking Univ. Brawijaya

Kegiatan Benchmarking ini terdiri dari dua kali kunjungan pada waktu berbeda, yaitu Selasa, 8 November 2022 di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur dan Senin, 5 Desember 2022 di Fakultas Pertanian Institut Pertania Bogor (IPB) Bogor, Jawa Barat.

Peserta yang melakukan kegiatan Benchmarking ini adalah Sekertaris dan staff Gugus Penjaminan Mutu Fakultas Pertanian Unhas yaitu: 

  1. Ifayanti Ridwan Saleh, SP., MP., Ph.D. (UB dan IPB)
  2. Nur Ayu Anggraeni Muis, S.H. (UB)

 

Hasil Kunjungan Kerja

Sistem Penjamiman Mutu PT

Sistem penjaminan mutu yang diterapkan pada dua lembaga PTN BH yang menjadi mitra studi banding pada dasarnya memiliki kesamaan dengan yang diterapkan oleh Universitas Hasanuddin. Secara struktural, penjaminan mutu PT dikoordinir oleh suatu lembaga mutu di tingkat universitas dengan ruang lingkup kewenangan pada penjaminan mutu internal yang sama baik di bidang akademik (AMI) maupun non akademik (ISO) namun dengan nama yang berbeda.   Sebagaimana berlaku di Unhas, pada kedua PTN BH, pengelolaan penjaminan mutu di tingkat universitas kemudian dikoordinasikan pada tingkat fakultas dengan bentuk kelembagaan yang prinsipnya hampir sama dengan Unhas namun dengan pengaturan yang cukup berbeda.

Mekanisme/Siklus Audit Internal Mutu

Pada kedua PTN BH, pelaksanaan audit dilaksanakan secara berkala mengikuti siklus PPEPP dengan melibatkan auditor internal dan eksternal. Untuk audit internal, istilah yang digunakan di UB adalah Audit Internal Mutu (AIM). Audit Internal Mutu (AIM) adalah pemeriksaan sistematik dan independen untuk mengetahui apakah implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) efektif dan sesuai perencanaan yang dilakukan oleh unit kerja di UB. AIM di UB dilakukan untuk memeriksa kesesuaian antara standar mutu yang ditetapkan, dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) Akademik, Keuangan dan Administrasi dengan pelaksanaannya oleh unit kerja di UB.

Pelaksanaan Akreditasi

Di Universitas Brawijaya, LPM UB terlibat langsung dalam proses akreditasi program studi di tingkat fakultas. Berbeda dengan yang berlaku di Unhas, penunjukan asesor internal untuk program studi di UB telah dilakukan sejak 1 (satu) tahun sebelum masa akreditasi berakhir. Asesor internal bertugas untuk mendampingi mulai dari penyusunan borang sampai proses visitasi program studi yang akan diakreditasi selesai. Untuk persiapan proses akreditasi program studi di Unhas dilakukan secara terintegrasi saat proses Audit Mutu Internal (AMI).

Tujuan Manajemen/RTM

Dalam hal kegiatan tinjauan manejemen, rapat tinjauan manajemen (RTM) dilakukan pada tingkat Program Studi untuk membahas permasalahan yang ditemukan yang kemudian diserahkan ke tingkat Departemen. Hal-hal yang berpotensi menjadi temuan selanjutnya akan dibahas pada Rapat di tingkat Fakultas untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti. Keseluruhan rapat didokumentasikan dalam notulen RTM.

Dokumen Mutu

Dokumen mutu pada kedua lembaga PTN yang dikunjungi baik UB maupun IPB terdiri dari dokumen mutu yang sama dengan Unhas. Dokumen-dokumen tersebut terdiri dari:

  • Dokumen Kebijakan Mutu
  • Dokumen Manual Mutu
  • Dokumen Standar Mutu
  • Dokumen Formulir Mutu

Dokumen ini disusun oleh lembaga mutu tingkat universitas yang kemudian menjadi acuan di tingkat fakultas untuk diikuti dan dijalankan. Dengan demikian menjamin keseragaman standar mutu yang dijalankan oleh seluruh unit yang ada di lembaga PTN tersebut.

Website Penjaminan Mutu

Website merupakan salah satu komponen penting dari sebuah organisasi yang dapat membantu dalam penyebarluasan informasi dan sebagai media yang mencerminkan kredibilitas, akuntabilitas dan keterbukaan publik sebuah lembaga. Kedua PTN BH yang dikunjungi telah memiliki website khusus terkait lembaga penjaminan mutu baik di tingkat universitas maupun di tingkat Fakultas. Di Unhas sendiri, laman website untuk lembaga penjaminan mutu tingkat universitas (LPMPP) telah tersedia dan memuat berbagai menu yang dapat diakses secara umum. Namun demikian, laman website untuk GPM Fakultas Pertanian belum tersedia. Hal ini harus menjadi pertimbangan pimpinan fakultas mengingat beberapa penilaian akreditasi menuntut adanya penyebaran informasi secara publik seperti laporan survey kepuasan pelanggan, capaian VMTS, dan lain-lain.