







Sasaran mutu menunjuk pada suatu interaksi dari berbagai aspek yakni: Proses, Parameter, Target, Strategi, Penanggung Jawab, Pengambilan Data, Frekuensi Pengukuran, Waktu Pelaporan dan Metode Perhitungan. Dalam penyusunan sasaran mutu metode yang digunakan adalah prinsip SMART, yaitu Specific (spesifik), Measureable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), Time-Bound (Batas waktu).
SMART: Specific: Target yang ditentukan haruslah bersifat spesifik. Sebuah tujuan yang spesifik (tertentu) memiliki kesempatan yang jauh lebih besar untuk dicapai dari tujuan umum; Measurable: Sasaran harus bisa diukur. Perlu ditetapkan kriteria atau parameter untuk mengukur kemajuan pencapaian setiap tujuan yang telah ditetapkan; Achievable: Target yang ditentukan haruslah yang masuk akal, bisa dicapai, dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement); Relevant: Sasaran mutu yang ditetapkan harus sesuai dengan proses atau fungsi terkait; Time Bound: Sasaran mutu harus memiliki batas waktu yang jelas.
Focus Group Discussion (FGD) penyusunan sasaran mutu tahun 2025 Fakultas Pertanian Unhas dilakukan pada Kamis, 8 Mei 2025 pukul 16.00 WITA sampai selesai, dihadiri oleh Para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris GPM-PR, Kepala Bagian Tata Usaha, Para Kepala Sub, Bagian, Tim Unit Jaminan Mutu Profi/Departemen dan staf yang terkait. Prof. Dr. Ir. Rahmadanih, M.Si (Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi Fakultas Pertanian) merupakan narasumber pada kegiatan ini.
Dengan adanya kegiatan FGD Penyusunan Sasaran Mutu tahun 2025 ini dapat membantu Fakultas Pertanian dalam menentukan dan memilih kegiatan berdasarkan Sasaran Mutu Universitas Hasanuddin tahun 2025 yang sesuai dengan kondisi Fakultas Pertanian di luar kegiatan yang telah ada pada Kontrak Kinerja Fakultas Pertanian Unhas Tahun 2025 atau Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama-sama berkontribusi dalam mencapai hasil yang direncanakan dan diharapkan sesuai dengan kebijakan mutu dan arahan strategik dari Pimpinan Fakultas Pertanian. Proses dan sistem manajemen sebagai keseluruhan dapat dicapai dengan menggunakan siklus PDCA.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | |